PUISI PAPUAKU RINDUKAN
merdu
dimana-mana,
Menandakan adanya hari baru,
Indahnya alamku papua membuatku terpaku,
Seperti dunia hanya untuk diriku,
Menandakan adanya hari baru,
Indahnya alamku papua membuatku terpaku,
Seperti dunia hanya untuk diriku,
Kupejamkan
mataku sejenak,
Kurentangkan tanganku sejenak,
Sejuk , tenang , senang kurasakan,
Membuatku seperti melayang kegirangan,
Kurentangkan tanganku sejenak,
Sejuk , tenang , senang kurasakan,
Membuatku seperti melayang kegirangan,
Wahai alamku
papua,
Kekagumanku sulit untuk kupendam,
Dari siang hingga malam, Pesonanya tak pernah padam,
Kekagumanku sulit untuk kupendam,
Dari siang hingga malam, Pesonanya tak pernah padam,
Desiran angin
yang berirama di pegunungan maupun di tepian pantai,
Tumbuhan yang menari-nari di pegunungan maupun dilembah,
Begitu indah rasanya, Baik indahnya taman di surga,
Tumbuhan yang menari-nari di pegunungan maupun dilembah,
Begitu indah rasanya, Baik indahnya taman di surga,
Keindahan alam
terasa sempurna, Membuat semua orang terpana,
Membuat semua orang terkesima,
Membuat semua orang terkesima,
Agar
keindahannya takkan pernah sirna,
Tapi,
kini telah
menjualmu orang tak dikenal,
keindahan alam terasa tersiksa,
Mendengar Suara penyiksaanmu,
Orang yang mengenal suaramu kini terasa kesedihan,
Berusaha membebaskan dari semua penyiksaanmu.
keindahan alam terasa tersiksa,
Mendengar Suara penyiksaanmu,
Orang yang mengenal suaramu kini terasa kesedihan,
Berusaha membebaskan dari semua penyiksaanmu.
Penulis adalah
Mahasiswa Papua kuliah di Bandung Jhon Eboupai w.d.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar